Kamis, 01 Februari 2018

UPAYA PENCEGAHAN FARINGITIS

FARINGITIS

Faringitis (Radang Tenggorokan) – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

faringitis (radang tenggorokan)-doktersehat
Faringitis atau radang tenggorokan adalah pembengkakan yang terjadi pada bagian belakang tenggorok (faring). Hal ini biasanya disebabkan karena virus atau bakteri. Faringitis juga bisa menyebabkan gatal dan luka di tenggorokan dan sakit ketika menelan.
Menurut American Osteopathic Association (AOA), faringitis yang disebabkan radang tenggorokan adalah salah satu alasan paling sering pasien berkunjung ke dokter. Kasus faringitis sering terjadi terutama ketika musim penghujan. Faringitis juga menjadi alasan paling sering mengapa orang izin sakit selama beberapa hari dari pekerjaannya atau dari kegiatan sekolah. Supaya faringitis dapat diobati dengan benar, penting untuk mengidentifikasi penyebabnya. Faringitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.
Penyebab faringitis
Ada banyak virus dan bakteri yang dapat menyebabkan faringitis meliputi:
  • virus penyebab campak
  • adenovirus, yang merupakan penyebab flu biasa
  • virus penyebab cacar air
  • croup, yang merupakan penyakit anak-anak yang sulit dibedakan dengan batuk rejan
  • batuk rejan
Virus adalah penyebab paling umum dari sakit tenggorokan. Faringitis ini paling sering disebabkan oleh infeksi virus seperti pilek, influenza, atau mononucleosis. Infeksi virus tidak merespon terhadap antibiotik, dan pengobatan hanya diperlukan untuk membantu meringankan gejala karena pada dasarnya virus itu bersifat “self limited” yaitu akan sembuh dengan sendirinya jika kekebalan tubuh kita baik.
Faringitis juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri meskipun tidak sesering virus. Infeksi bakteri memerlukan antibiotik. Infeksi bakteri yang paling sering adalah oleh Streptokokus Grup A. Penyebab yang jarang dari faringitis bakteri termasuk gonore, klamidia, dan Corynebacterium.
Paparan pilek dan flu dapat meningkatkan risiko untuk faringitis. Hal ini terutama berlaku bagi orang-orang yang memiliki pekerjaan dalam perawatan kesehatan seperti dokter dan perawat, atau orang-orang yang memiliki riwayat alergi, dan sinusitis. Paparan asap rokok juga dapat meningkatkan risiko faringitis.
Apakah gejala faringitis?
Gejala-gejala yang menyertai faringitis bervariasi tergantung pada kondisi yang mendasarinya.
Selain sakit tenggorokan, kering, atau gatal, flu dingin atau dapat menyebabkan:
  • bersin
  • pilek
  • sakit kepala
  • batuk
  • merasa kelelahan
  • pegal-pegal
  • menggigil
  • demam (demam ringan sampai demam tinggi)
Selain sakit tenggorokan, gejala mononukleosis meliputi:
  • kelenjar getah bening membengkak
  • kelelahan
  • demam
  • otot sakit
  • lemas
  • kehilangan selera makan
  • Kemerahan di tenggorokan
  • kesulitan menelan
  • tenggorokan merah dengan bercak putih atau abu-abu
  • menggigil
  • kehilangan selera makan
  • mual
  • rasa yang tidak biasa di mulut
Bagaimana faringitis didiagnosis?
Jika Anda mengalami gejala faringitis, dokter akan memeriksa tenggorokan. Dokter juga akan memeriksa apakah ada bercak putih atau abu-abu, pembengkakan, dan kemerahan di faring. Dokter dapat juga melihat telinga dan hidung. Untuk memeriksa pembengkakan kelenjar getah bening, dokter akan menekan dan menginspeksi sisi leher Anda.

Kultur Tenggorokan
Jika dokter mencurigai radang tenggorokan, kemungkinan besar dokter akan mengambil kultur dari swab (apusan) sel tenggorokan dengan menggunakan kapas untuk mengambil sampel dari sekresi dan sel tenggorokan. Kebanyakan dokter dapat melakukan tes ini dengan cepat. Dokter akan memberitahu dalam beberapa menit jika tes positif untuk streptokokus. Dalam beberapa kasus, swab tersebut dikirim ke laboratorium untuk pengujian lebih lanjut dan hasilnya dapat dilihat setidaknya 24 jam kemudian.
Tes Darah
Jika dokter mencurigai penyebab lain dari faringitis Anda, dokter dapat menyarankan pemeriksaan darah. Tes ini dapat menentukan apakah Anda memiliki penyebab mononucleosis. Pemeriksaan darah lengkap dapat dilakukan untuk menentukan apakah Anda memiliki jenis infeksi lainnya.
Perawatan di rumah
Jika virus yang menyebabkan faringitis, perawatan di rumah dapat membantu meringankan gejala. perawatan di rumah termasuk:
  • minum banyak air untuk mencegah dehidrasi
  • makan kaldu hangat
  • berkumur dengan air garam hangat (1 sendok teh garam dilarutkan dalam 1 gelas air)
  • menggunakan penyaring kelembaban udara
  • beristirahat sampai Anda merasa lebih baik
Untuk rasa sakit dan demam, pertimbangkan untuk mengkonsumsi obat seperti parasetamol atau ibuprofen. Pelega tenggorokan juga dapat membantu melegakan sensasi nyeri dan gatal di tenggorokan.
Pengobatan alternatif kadang-kadang digunakan untuk mengobati radang tenggorokan. Namun, Anda harus menghubungi dokter sebelum menggunakan pengobatan alternatif dalam menghindari interaksi obat atau komplikasi kesehatan lainnya. Beberapa obat herbal yang paling sering digunakan meliputi:
  • madu
  • kencur
  • Jahe
Perawatan medis
Dalam beberapa kasus, perawatan medis diperlukan untuk faringitis. Hal ini terutama terjadi jika itu disebabkan oleh infeksi bakteri. Untuk kasus seperti ini, dokter akan meresepkan antibiotik. Golongan penisilin adalah pengobatan yang paling sering diresepkan untuk sakit tenggorokan. Sangat penting untuk menghabiskan semua antibiotik yang diresepkan untuk mencegah infeksi kambuh atau memburuk. Semua antibiotik biasanya akan habis dalam waktu 7-10 hari.
Pencegahan faringitis
Menjaga kebersihan dapat mencegah banyak kasus faringitis.
Untuk mencegah faringitis:
  • menghindari berbagi makanan, minuman, dan peralatan makan
  • menghindari individu yang sakit
  • mencuci tangan dengan sering, terutama sebelum makan dan setelah batuk atau bersin
  • menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol ketika sabun dan air tidak tersedia
  • menghindari merokok dan menghirup asap rokok
Sebagian besar kasus faringitis dapat diobati di rumah secara mandiri. Namun, ada beberapa gejala yang memerlukan kunjungan dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
Kunjungi dokter jika:
  • Anda memiliki sakit tenggorokan selama lebih dari seminggu
  • Anda mengalami demam lebih dari 38°C
  • kelenjar getah bening bengkak
  • Memiliki ruam baru di kulit

CARA MENCEGAH AMANDEL

[amandel.jpg]Amandel atau tonsil merupakan kumpulan jaringan limfoid yang terletak pada kerongkongan di belakang kedua ujung lipatan belakang mulut. Amandel sendiri berfungsi mencegah agar infeksi tidak menyebar ke seluruh tubuh dengan cara menahan kuman memasuki tubuh. Oleh karena itu kelenjar amndel ini meradang. Peradangan pada Kelenjar amandel ini disebut dengan tonsilitis, penyakit ini merupakan salah satu gangguan THT (Telinga Hidung & Tenggorokan). Tonsilitis dapat bersifat akut atau kronis. Bentuk akut yang tidak parah biasanya berlangsung sekitar 4-6 hari, dan umumnya menyerang anak-anak pada usia 5-10 tahun. Sedangkan radang amandel/tonsil yang kronis terjadi secara berulang-ulang dan berlangsung lama.

Pada radang amandel yang akut biasanya dimulai dengan gejala sakit tenggorokan yang ringan hingga menjadi parah, sakit saat menelan makanan, kadang-kadang muntah. Tonsilitis dapat menyebabkan amandel menjadi bengkak, panas, gatal, sakit pada otot dan sendi, nyeri pada seluruh badan, kedinginan, sakit kepala, dan sakit pada telinga. Kelenjar getah bening melemah di dalam daerah submandibuler. Bagian belakang tenggorokan akan terasa mengerut sehingga sukar menelan. Peradangan tonsil yang akut ataupun pembengkakan tonsil yang tidak terlalu besar dan tidak menghalangi jalan pernapasan, serta tidak menimbulkan komplikasi tidak perlu dilakukan pembedahan/operasi, karena tonsil yang terbuat dari jaringan getah bening dapat berfungsi mencegah tubuh agar tidak terkena penyakit yang berhubungan dengan infeksi.

Beberapa upaya yang dapat kita lakukan sendiri dirumah untuk pencegahan, perawatan dan pengobatannya dilakukan beberapa langkah sebagai berikut :

* Diusahakan untuk minum banyak air atau cairan seperti sari buah, terutama selama demam.
* Jangan minum es, sirop, es krim, makanan dan minuman yang didinginkan, gorengan, makanan awetan yang diasinkan, dan manisan.
* Berkumur air garam hangat 3-4 kali sehari.
* Menaruh kompres hangat pada leher setiap hari.
* diberikan terapi antibiotik (atas petunjuk dokter) apabila ada infeksi bakteri dan untuk mencegah komplikasi.
* Istirahat yang cukup.

Namun apabila radang amandel kronis dengan pembengkakan tonsil yang terlalu besar sehingga mengakibatkan terganggunya jalan pernapasan, atau munculnya komplikasi, biasanya diperlukan pembedahan/operasi untuk mengeluarkan tonsil. Apabila terjadi peradangan yang kronis disarankan untuk berkonsultasi kedokter spesialis THT untuk penanganan dan tidakan selanjutnya.


SUMBER: http://bikin-sehat.blogspot.co.id/2009/11/cara-mencegah-penyakit-amandel.html

UPAYA UNTUK MENCEGAH DAN MENANGGULANGI INFLUENZA

Influenza (flu) merupakan jenis penyakit menular akibat serangan virus influenza, yang menyerang sistem pernafasan: hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Tingkat keparahan flu beragam, bisa tidak berbahaya (tingkat ringan), berat (cukup parah), bahkan sampai bisa menyebabkan kematian. Masa inkubasinya adalah dua hari dan infeksinya sendiri bisa berlangsung selama satu minggu.
Gejala utama flu adalah menggigil, demam (lebih dari 38oC), sakit tenggorokan, nyeri sendi dan otot (terutama di punggung, tangan, dan kaki), pusing, sakit kepala, batuk (batuk kering), pilek, bersin-bersin, tubuh lelah/letih. Flu pada anak-anak seringkali menyebabkan pusing dan muntah.
Orang tua, anak-anak, wanita hamil, orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah, orang yang tidak terlalu baik kondisi kesehatannya (menderita penyakit tertentu), orang yang sering melakukan kontak langsung dengan penderita flu, dan orang yang tinggal di lingkungan yang tidak bersih adalah mereka yang paling beresiko terkena komplikasi serius akibat flu. Musim hujan dan kondisi cuaca yang tidak menentu merupakan saat yang paling sering terkena serangan flu. Mereka yang beresiko tinggi tersebut harus mendapatkan perawatan dan penanganan segera bila terserang flu untuk mencegah berbagai komplikasi yang serius dan berbahaya.


Pencegahan
Salah satu cara terbaik untuk mencegah flu adalah dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar daya tahan tubuh meningkat dan mampu melawan serangan virus flu. Cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh adalah dengan selalu menjaga pola hidup sehat seperti makan makanan sehat dan bergizi, berolahraga, cukup istirahat, dan bisa juga dengan vaksinasi. Dalam dunia medis saat ini sudah diperkenalkan vaksinasi flu untuk orang usia 6 bulan ke atas. Para ahli menyarankan agar vaksinasi flu dilakukan setiap tahun karena cepatnya kemampuan virus flu untuk berubah sehingga menjadi lebih resisten. Efektivitas vaksinasi dalam mencegah penyakit flu bisa mencapai 70 – 90 %.
influenza (flu), bagaimana pencegahan dan cara mengatasinya
Orang yang sangat dianjurkan untuk mendapatkan imuniasai flu adalah anak-anak, wanita hamil, orang yang menderita penyakit tertentu seperti penyakit asma, HIV, diabetes, jantung, paru, dan orang tua terutama mereka yang berusia lebih dari 65 tahun ke atas.
Orang yang tidak boleh diberikan vaksinasi flu adalah anak bayi usia 6 bulan ke bawah, orang yang alergi khususnya alergi telur dan produk olahannya, orang yang menunjukkan reaksi alergi terhadap vaksin flu, dan orang yang menderita Guillain-Barré syndrome (keanehan pada sistem imun dan saraf tubuh).
Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan flu adalah:
  • Rajin mencuci tangan terutama. Jangan sembarangan memasukkan tangan ke mulut. Cucilah tangan dengan benar menggunakan sabun atau alkohol. Gosok-gosok tangan bagian dalam, luar sampai pergelangan tangan dengan sabun selama 15 detik, lalu bilas dengan air bersih.
  • Hindari (menjauh) dari orang yang terkena flu. Flu merupakan penyakit yang sangat cepat menular lewat udara terutama saat bersin dan batuk. Untuk orang yang sedang flu, sebaiknya menggunakan masker penutup mulut dan hidung agar tidak menyebarkan virus flu ke orang lain. Saat batuk dan bersin, tutup mulut dan hidung menggunakan tisu, lalu buanglah tisu ke tempat sampah setelahnya.
  • Flu juga bisa menular lewat kontak (sentuhan) tangan orang yang terinfeksi virus flu atau lewat kontak dengan benda yang telah dipegang penderita. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk selalu rajin mencuci tangan dengan sabun agar memperkecil kemungkinan tertular penyakit flu.
  • Flu tak hanya bisa masuk ke dalam tubuh lewat mulut, bisa juga lewat hidung dan mata. Oleh sebab itu, bila Anda habis melakukan kontak langsung dengan penderita flu, hindari menggosok-gosok mata dan hidung untuk mencegah penularannya.
  • Jika Anda terserang flu, sebaiknya tidak beraktivitas di luar rumah untuk mencegah kemungkinan Anda menularkan virus flu ke orang lain di sekitar Anda. Istirahatlah di rumah karena istirahat sangat dibutuhkan bagi tubuh agar bisa pulih kembali.


Pengobatan
Flu yang menyerang seseorang yang masih muda dan tidak sedang menderita penyakit kronis tertentu biasanya bukan merupakan hal yang serius. Beberapa kasus flu bisa sembuh dengan sendirinya selama satu atau dua minggu tanpa obat dan perawatan medis. Saat seseorang terserang flu, hal yang paling dibutuhkan adalah istirahat agar sistem kekebalan tubuh bisa bekerja untuk melawan virus flu, cairan yang banyak, dan pasokan gizi yang baik dan cukup.
Untuk kasus flu yang menyerang anak-anak (termasuk bayi), orang tua, dan orang yang menderita penyakit tertentu, perlu dilakukan penanganan medis seperti pemberian obat agar terhindar dari komplikasi berbahaya yaitu pneumonia, bronkitis, infeksi sinus, infeksi telinga dan kematian.
Penyakit flu disebabkan oleh virus. Oleh karena itu, dalam pengobatannya sebaiknya diberikan obat antivirus bukan antibiotik (yang khusus mengobati infeksi akibat bakteri). Obat antivirus flu misalnya oseltamivir (Tamiflu) yang dikonsumsi 2 hari setelah gejala pertama muncul dapat meringankan sakit yang diderita (mencegah timbulnya komplikasi serius) dan mempercepat proses penyembuhan.
Penderita flu juga bisa meminum obat penurun panas untuk menurunkan gejala demam seperti ibuprofen atau parasetamol, namun ingat hindari aspirin pada anak-anak karena dapat memicu timbulnya penyakit serius yaitu Reye Syndrome, penyakit yang jarang namun cukup serius, menyerang hati dan otak dengan gejala sering muntah, sering lesu, dan mengantuk, mudah marah, perilaku agresif, kejang, hilang kesadaran dan pada bayi timbul diare, pernafasan cepat.


Siapa yang harus segera berobat ke dokter bila flu?
Jika Anda termasuk orang dengan resiko tinggi mengalami komplikasi berat akibat flu (anak-anak, orang tua, wanita hamil, orang yang menderita penyakit tertentu, orang yang kekebalan tubuhnya lemah) segeralah berobat ke dokter bila Anda mendapati gejala-gejala flu agar resiko dan tingkat keparahannya bisa dikurangi.
Selain itu, bila Anda :
  • menderita demam sangat tinggi atau demam dengan ruam
  • mengalami kesulitan bernapas atau napas cepat
  • warna kulit kebiruan
  • tampak sangat mengantuk dan lesu
  • gejala flu tidak mereda setelah beberapa hari bahkan menjadi semakin parah
Anda juga harus segera berobat ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

VOLUME PERNAPASAN

VOLUME PERNAPASAN

Dalam keadaan normal, volume udara paru-paru manusia mencapai 4500 cc. Udara ini dikenal sebagai kapasitas total udara pernapasan manusia.
Walaupun demikian, kapasitas vital udara yang digunakan dalam proses bernapas mencapai 3500 cc, yang 1000 cc merupakan sisa udara yang tidak dapat digunakan tetapi senantiasa mengisi bagian paru-paru sebagai residuatau udara sisa. Kapasitas vital adalah jumlah udara maksimun yang dapat dikeluarkan seseorang setelah mengisi paru-parunya secara maksimum.
Dalam keadaaan normal, kegiatan inspirasi dan ekpirasi atau menghirup dan menghembuskan udara dalam bernapas hanya menggunakan sekitar 500 cc volume udara pernapasan (kapasitas tidal = ± 500 cc). Kapasitas tidal adalah jumlah udara yang keluar masuk pare-paru pada pernapasan normal. Dalam keadaan luar biasa, inspirasi maupun ekspirasi dalam menggunakan sekitar 1500 cc udara pernapasan (expiratory reserve volume = inspiratory reserve volume = 1500 cc). Lihat skema udara pernapasan berikut ini.
Skema udara pernapasan
Udara cadangan inspirasi1500
Udara pernapasan biasa500
kapasitas total Ãœ
Udara cadangan ekspirasi1500
Þ kapasitas vital
Udara sisa (residu)1000
Dengan demikian, udara yang digunakan dalam proses pernapasan memiliki volume antara 500 cc hingga sekitar 3500 cc.
Dari 500 cc udara inspirasi/ekspirasi biasa, hanya sekitar 350 cc udara yang mencapai alveolus, sedangkan sisanya mengisi saluran pernapasan.
Volume udara pernapasan dapat diukur dengan suatu alat yang disebut spirometer.
Gambar 1
Gambaran skematik spirometer
Besarnya volume udara pernapasan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ukuran alat pernapasan, kemampuan dan kebiasaan bernapas, serta kondisi kesehatan.

FREKWENSI PERNAPASAN

FREKWENSI PERNAFASAN


Frekuensi pernapasan adalah intensitas memasukkan atau mengeluarkan udara per menit, dari dalam ke luar tubuh atau dari luar ke dalam tubuh. Pada umumnya intensitas pernapasan pada manusia berkisar antara 16 - 18 kali.
Lihat gambar Udara Pernafasan
 


Faktor yang mempengaruhi kecepatan frekuensi pernapasan adalah:
  1. Usia
  2. Jenis Kelamin
  3. Suhu Tubuh
  4. Posisi Tubuh
  5. Aktivitas
Usia



  • Balita memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat dibandingkan manula. Semakin bertambah usia, intensitas pernapasan akan semakin menurun


Jenis kelamin.
  • Laki-laki memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat dibandingkan perempuan



Suhu tubuh


  • Semakin tinggi suhu tubuh (demam) maka frekuensi pernapasan akan semakin cepat. di Lingkungan yang panas tubuh mengalami peningkatan metabolisme untuk mempertahankan suhu agar tetap stabil. 
  • Untuk itu tubuh harus lebih banyak mengeluarkan keringat agar menurunkan suhu tubuh. 
  • Aktivitas ini membutuhkan energi yang dihasilkan dari peristiwa oksidasi dengan menggunakan oksigen sehingga akan dibutuhkan oksigen yang lebih banyak untuk meningkatkan frekwensi





Posisi tubuh
  • Frekuensi pernapasan meningkat saat berjalan atau berlari dibandingkan posisi diam. frekuensi pernapasan posisi berdiri lebih cepat dibandingkan posisi duduk. 
  • Frekuensi pernapasan posisi tidur terlentar lebih cepat dibandingkan posisi tengkurap



Aktivitas



  • Semakin tinggi aktivitas, maka frekuensi pernapasan akan semakin cepat



Jadi 

  • Bertambahnya umur seseorang mengakibatkan frekuensi respirasi menjadi semakin lambat.
  • Pada usia lanjut, energi yang dibutuhkan lebih sedikit dibandingkan pada saat usia pertumbuhan, sehingga oksigen yang diperlukan relatif lebih sedikit.
  • Pada umumnya, laki-laki lebih banyak membutuhkan energi, sehingga memerlukan oksigen yang lebih banyak.
  • Frekuensi pernapasan laki-laki > perempua
  • Pernapasan manusia dapat dipengaruhi oleh usia dan jenis kelamin.
  • Kedua hal tersebut mempengaruhi langsung terhadap tingkat aktivitas manusia.
  • Aktivitas bayi dengan anak-anak jelas berbeda apalagi dengan orang tua. perbedaan aktivitas inilah yang nantinya mempengaruhi cepat tidaknya pernapasan
  • memang frekuensi pernafasan manusia itu dipengaruhi oleh usia dan jenis kelamin.
  • namun masih banyak faktor2 lain yang lebih dominan mempengaruhi frekuensi pernapasan yaitu.
  1. Emosi seseorang
  2. Perasaan seseorang
  3. Kejiwaan seseorang.
  4. Energi dan Aura seseorang
  5. Latihan dan kebatinan seseorang
  6. dll
PEMERIKSAAN FREKWENSI PERNAPASAN

  • Seseorang dikatakan bernapas bila menghirup oksigen (O2) dan mengeluarkan karbon dioksida (CO2) melalui sistim pernapasan.
  • Bernapas dapat dalam dan dapat pula dangkal.
  • Pernapasan yang dalam akan mempunyai volume udara yang besar, baik pada waktu tarik napas/ inspirasi/ inhalasi atau pada waktu mengeluarkan napas/ ekspirasi/ekshalasi.
  • Sedangkan pada pernapasan dangkal maka volume udara akan mengecil.
LOKASI
INSPIRASI
EKSPIRASI
DiafragmaKontraksi(tampak datar)Relaksasi(melengkung keatas)
Tulang iga (costae)bergerak keatas & keluarbergerak kebawah&kedalam
Tulang dadaBergerak keluarBergerak kedalam
Rongga dadamembesarmengecil
Paru-parumengembangmengempis




Frekuensi napas normal tergantung umur :
  • Usia baru lahir sekitar 35 – 50 x/menit
  • Usia <>
  • Usia 2-12 tahun 18 – 26 x/menit
  • Dewasa 16 – 20 x/menit.
  1. Takhipnea :Bila pada dewasa pernapasan lebih dari 24 x/menit
  2. Bradipnea : Bila kurang dari 10 x/menit disebut
  3. Apnea : Bila tidak bernapas .


Persiapan alat


  1. Alat pengukur waktu (jam, stopwatch)
  2. Buku pencatat
  3. Alat pencatat (pensil, pena)

Persiapan pasien


  1. Jelaskan pentingnya pemeriksaan frekuensi napas
  2. Posisi pasien berbaring, kecuali dalam kondisi tertentu.

Cara pemeriksaan


  1. Tempatkan satu telapak tangan pasien diatas dada
  2. Rasakan gerakan napas dengan memegang tangan pasien atau dengan melihat gerakan dada/ tangan yang naik turun.
  3. Gerakan naik (inhalasi) dan turun (ekshalasi) dihitung 1 frekuensi napas
  4. Hitung frekuensi napas selama satu menit
  5. Informasikan hasil pemeriksaan dan catat pada status 
  6.  
    SUMBER: https://biologigonz.blogspot.co.id/2010/01/frekwensi-pernafasan.html

MEKANISME PERNAPASAN MANUSIA

Mekanisme Pernapasan Manusia

Mekanisme Pernapasan

Pernapasan manusia dibedakan atas pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada dan pernapasan perut terjadi melalui fase inspirasi dan ekspirasi.

1. Mekanisme Pernapasan Dada
   1. Fase Inspirasi pernapasan dada
Mekanisme inspirasi pernapasan dada sebagai berikut:
Otot antar tulang rusuk (muskulus intercostalis eksternal) berkontraksi --> tulang rusuk terangkat (posisi datar) --> Paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara luar masuk ke paru-paru

   2. Fase ekspirasi pernapasan dada
Mekanisme ekspirasi pernapasan perut adalah sebagai berikut:
Otot antar tulang rusuk relaksasi --> tulang rusuk menurun --> paru-paru menyusut --> tekanan udara dalam paru-paru lebih besar dibandingkan dengan tekanan udara luar --> udara keluar dari paru-paru.

2. Mekanisme Pernapasan Perut  
    1. Fase inspirasi pernapasan perut
Mekanisme inspirasi pernapasan perut sebagai berikut:
sekat rongga dada (diafraghma) berkontraksi --> posisi dari melengkung menjadi mendatar --> paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara masuk

   2. Fase ekspirasi pernapasan perut
Mekanisme ekspirasi pernapasan perut sebagai berikut:
otot diafraghma relaksasi --> posisi dari mendatar kembali melengkung --> paru-paru mengempis --> tekanan udara di paru-paru lebih besas dibandingkan tekanan udara luar --> udara keluar dari paru-paru.


Udara Pernapasan

Oksigen yang masuk dan keluar melalui alat-alat pernapasan disebut udara pernapasan. Udara pernapasan pada manusia dibedakan menjadi enam macam, yaitu:

1. Udara pernapasan biasa (volume tidal) --> VT
Merupakan udara yang masuk dan keluar paru-paru pada saat pernapasan biasa. Volume udara yang masuk dan keluar sebanyak 500 ml

2. Udara cadangan inspirasi (udara komplementer) --> UK
Merupakan udara yang masih dapat dimasukkan ke dalam paru-paru secara maksimal, setelah melakukan inspirasi normal. Besarnya udara komplementer adalah 2500 - 3000 ml

3. Udara cadangan ekspirasi (udara suplementer) --> US

Merupakan udara yang masih dapat dikeluarkan dari paru-paru secara maksimal setelah melakukan ekspirasi biasa. Besarnya udara suplementer adalah 1250 - 1300 ml

4. Udara residu --> UR
merupakan udara yang tersisa di dalam paru-paru, yang berfungsi untuk menjaga agar paru-paru tetap dalam keadaan mengembang. besarnya udara residu adalah 1200 ml.
 

Volume Udara Pernapasan

Volume udara pernapasan berkisar 500 - 3500 ml. Dari 500 ml udara yang dihirup, hanya 350 ml yang sampai di alveolus, sisanya hanya sampai saluran pernapasan. Jumlah oksigen yang diperlukan sehari untuk tiap individu sebesar 300 cc.

Kapasitas Paru-paru


1. Kapasitas vital --> KV
Merupakan kemampuan paru-paru mengeluarkan udara secara maksimal setelah melakukan inspirasi secara maksimal.

Kapasitas paru-paru dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: 
KV = VT + UK + US
Berdasarkan rumus di atas kapasitas vital paru-paru adalah sebesar 4750 ml

2. Kapasitas total --> KT

Merupakan udara yang dapat tertampung secara maksimal di paru-paru secara keseluruhan.

Kapasitas total paru-paru dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
KT = KV + UR 
Berdasarkan rumus di atas dapat dihitung kapasitas total paru-paru adalah sebesar 5800 ml

ORGAN PERNAPASAN PADA MANUSIA


Organ-organ Pernapasan

youtube.com
Organ-organ pernapasan adalah bagian-bagian tubuh manusia yang berfungsi sebgai alat bernapas.
Saat manusia bernapas akan terjadi proses memasukkan oksigen (O2) dari lingkungan ke dalam tubuh, kemudian proses mengeluarkan karbondioksida (CO2) dari dalam tubuh ke lingkungan.
Agar kita lebih paham, sekarang mari kita pelajari apa saja organ-organ pernapasan yang dimiliki oleh manusia secara berurutan dari bagian yang paling luar.

1. Hidung

biologionline.info
Hidung merupakan organ pernapasan yang paling luar. Udara dari luar akan masuk ke dalam tubuh melalui hidung. Udara dari luar tidak hanya mengandung oksigen tetapi juga mengandung gas-gas lain seperti nitrogen, belerang, dan karbondioksida.

Hidung juga dilengkapi dengan rambut-rambut hidung, indra pembau, selaput lendir dan konka. Rambut-rambut hidung berfungsi sebagai alat untuk menyaring debu-debu yang ikut masuk ke dalam hidung bersama dengan udara.

Selaput lendir berfungsi sebagai pelekat debu atau kotoran yang masuk ke hidung dan juga menjaga agar hidung tetap lembab. Indra pembau berfungsi untuk merasakan bau-bau dari ligkungan. Konka berfungsi untuk menghangatkan udara yang masuk ke dalam tubuh.

2. Faring

hadijah-arsyad.blogspot.co.id
Udara yang masuk melalui hidung selanjutnya masuk ke dalam tenggorokan melalui faring.
Faring adalah hulu kerongkongan yang merupakan percabangan dua saluran.  Yaitu antara saluran yang menghubungkan mulut-kerongkongan dan hidung-tenggorokan.

Saluran penghubung mulut dengan kerongkongan disebut saluran pencernaan atau orofarings yang berada pada bagian belakang. Sedangkan, saluran penguhubung hidung dengan tenggorokan disebut saluran pernapasan atau nasofarings yang berada pada bagian depan.

Fungsi utama faring adalah sebagai saluran pencernaan yaitu membawa makanan masuk ke dalam kerongkongan. Faring juga berperan dalam proses masuknya udara ke dalam pita suara untuk menghasilkan suara. Faring juga menjadikan manusia mungkin untuk bernapas melalui mulut.

3. Tenggorokan

www.healthline.com
Tenggorokan adalah saluran yang menghubungkan antara hidung dengan paru-paru. Sehingga udara yang masuk melalui hidung dapat dialirkan ke dalam paru-paru.
Tenggorokan terdiri dari beberapa bagian yang dimulai dari pangkal tenggorokan (laring), batang tengorokan (trakea), cabang tenggorokan (bronkus), dan anak cabang tenggorokan (bronkiolus).

a. Pangkal Tenggorokan (Laring)

www.therespiratorysystem.com
Laring merupakan bagian atas tenggorokan yang berisi pita suara.
Pada ujung atas laring terdapat sebuah katup epiglotis. Katup epiglotis merupakan tulang rawan yang sangat tipis yang menutup pangkal tenggorok pada waktu menelan. Katup akan terbuka ketika kita berbicara atau bernapas.

Saat kita makan sambil berbicara biasanya kita akan tersedak. Tersedak ini dikarenakan katup epiglotis tidak bisa bekerja dengan baik karena bingung harus menutup atau membuka saluran pencernaan atau pernapasan.

Di bawah epiglotis terdapat tulang rawan yang membentuk jakun. Di dalam jakun terdapat pita suara (vocal cord) tempat dihasilkannya suara. Saat paru-paru mengeluarkan udara, pita suara akan bergetar dan akan terdengar sebagai suara.

b.  Batang Tenggorokan (Trakea)

biology-forums.com
Trakea adalah tabung atau pipa tempat keluar masuknya udara. Dindingnya tersusun dari cincin-cincin tulang rawan dan selaput lendir yang terdiri atas jaringan epitelium bersilia. Cincin tulang rawan menjadikan tenggorokan selalu terbuka sebagai tempat keluar dan masuknya udara.

Fungsi silia pada dinding trakea adalah untuk menyaring benda-benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Sehingga kotoran atau debu yang masuk ke dalam tenggorokan akan didorong ke atas oleh silia dan dikeluarkan melalui mulut dengan mekanisme batuk.

Batang tenggrorokan berbentuk panjang seperti pipa dengan panjang kira-kira 10 cm yang bersifat kaku. Trakea memanjang dari leher ke rongga dada atas dengan susunan sebagian berada di leher dan sebagian di rongga dada.

Pada bagian bawah trakea bercabang menjadi dua saluran yang disebut dengan bronkus. Saluran bercabang ke sebelah kiri menuju paru-paru sebelah kiri dan bercabang ke sebelah kanan menuju paru-paru sebelah kanan.

c. Cabang Tenggorokan (Bronkus)

study.com
Bronkus adalah cabang tenggorokan yang bersambung ke bagian kiri dan kanan paru-paru.
Sama seperti trakea, bronkus juga tersusun dari tulang-tulang rawan hanya saja bentuk bronkus lebih kecil jika dibandingkan dengan trakea. Susunan tulang rawan pada bronkus juga tidak teratur yaitu berselang-seling antara tulang dan otot.

Bronkus juga berfungsi sebagai penyaring udara tetapi sifatnya hanya sekedar sebagai penyaring sekunder. Jaringan epitel pada dindingnya menghasilkan lendir yang menangkap kotoran yang ikut masuk bersama udara. Dinding bronkus sama seperti trakea hanya saja dinding bronkus lebih tipis jika dibandingkan dengan trakea.

Bronkus berjumlah sepasang yang menuju ke sebelah kiri dan ke sebelah kanan. Saluran yang menuju ke sebelah kiri bentuknya lebih panjang dan sempit. Bronkus memiliki cabang-cabang yang lebih halus yang disebut dengan bronkiolus.
d. Anak Cabang Tenggorokan (Bronkiolus)
www.londoncancercentre.co.uk
Bronkiolus merupakan percabangan dari bronkus. Fungsi utama bronkiolus adalah menghubungkan bronkus dengan alveolus dan untuk mengatur banyaknya udara yang didistribusikan ke paru-paru melalui mekanisme dilatasi (melebar) dan konstriksi (menyempit) .

Banyaknnya bronkiolus di dalam paru-paru akan sama dengan jumlah lobus di dalam paru-paru kiri dan kanan. Paru-paru kanan memiliki 3 lobus dan paru sebelah kiri memiliki 2 lobus. Jadi jumlah bronkiolus pada paru-paru sebelah kanan adalah 3 buah dan pada sebelah kiri jumlahnya 2 buah.

Bronkiolus bercabang menjadi saluran yang semakin halus, semakin kecil dan dindingnya semakin tipis. Berbeda dengan bronkus, dinding bronkiolus tidak tersusun dari tulang rawan lagi. Pada ujungnya terdapat banyak sekali gelembung-gelembung kecil yang biasa disebut alveolus.

4. Paru-paru (Pulmo)

cleanri.com
Paru-paru merupakan organ paling besar yang ada dalam sistem pernapasan manusia. Kalian tentu telah mengetahui dimana letak paru-paru. Paru-paru terletak di rongga dada manusi. Antara rongga dada dan rongga perut terdapat sebuah pemabatas yang disebut diafragma. Sekat ini nantinya akan berguna bagi proses memasukkan udara ke paru-paru (inspirasi) dan mengeluarkan udara dari paru-paru (ekspirasi).

Didalamnya terdapat organ pernapasan lainnya, seperti bronkiolus, alveolus dan pembuluh darah. Ukuran paru-paru sebelah kana lebih besar jika dibandingkan paru-paru sebelah kiri. Hal ini dikarenakan paru-paru kanan mempunyai 3 lobus dan sebelah kiri mempunyai 2 lobus.

Paru-paru dibungkus oleh sebuah dua selaput tipis yang biasa disebut pleura. Lapisan luar pleura melekat pada rongga dada dan pleura bagian dalam melapisi paru-paru untuk menggabungkan organ-organ didalam paru-paru. Di antara kedua lapisan tersebut terdapat cairan limfa yang akan berfungsi melindungi paru-paru dari gesekan ketika mengambang dan mengempis.
Jaringan penyusun paru-paru bersifat elastis dan memiliki rongga-rongga.

5. Alveolus

sutikah.files.wordpress.com
Pada ujung bronkus terdapat gelembung-gelembung kecil berisi udara yang disebut alveolus (jamak: alveoli). Pada gelembung-gelembung ini terjadi proses pertukaran gas oksigen dengan gas sisa metebolisme (karbondioksida) melalui dinding alveolus. Dinding alveolus dilapisi oleh sel-sel tipis yang banyak mengandung pembuluh darah kapiler.

Pertukaran gas terjadi dengan mekanisme difusi (perpindahan suatu zat melalui sebuah selaput atau dinding). Oksigen yang berada dalam alveolus akan diserap oleh pembuluh kapiler dan ditukar dengan gas karbondioksida. Gas sisa tersebut akan di keluarkan dari dalam tubuh melalui hidung.

Di dalam darah oksigen akan diikat oleh hemoglobin dan selanjutnya akan dialirkan ke seluruh tubuh. Oksigen akan digunakan dalam proses oksidasi zat makanan yang akan menghasilkan gas sisa berupa karbondioksida. Darah yang banyak mengandung karbondioksida akan dialirkan kembali ke paru-paru untuk ditukar dengan oksigen.

SUMBER: https://informazone.com/organ-organ-pernapasan-pada-manusia-beserta-fungsinya/